Sep 17, 2013

Contoh Proposal Perkembangan Wilayah Pertanian


BAB II
ANALISIS SITUASI
1.      Kekuatan
a.       Sarana dan prasarana:
-          Pendidikan meliputi :
1.      3 Taman Kanak – kanak (TK)
2.      1 Sekolah Dasar (SD) 
3.      1 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
4.      2 Madrasah Ibtidaiyah (MI)
5.      2 Madrasah Tsanawiyyah (MTs)
6.      2 Madrasah Aliyyah (MA)
-          Lapangan Olahraga meliputi :
1.      1 lapangan sepak bola
2.      1 Lapangan volley
3.      2 Lapangan Takraw
4.      1 Lapangan Bulu Tangkis
-          Kesehatan meliputi PUSKESMAS, yang merupakan Puskesmas Terbesar di kecamatan Baebunta
-          Tempat ibadah meliputi :
1.      4 MASJID
2.      3 Mushallah
3.      1 Pura
-          Infrastruktuk : dilalui jalan Poros antar Desa, Jaringan Listrik
-          Pertanian : lahan yang luas mencapai 100 H dan produktif untuk pengembangan sektor pertanian seperti perkebunan, peternakan, pertanian.
2.      Kelemahan
a.       Desa beringin jaya terbagi menjadi 2 sisi, sisi barat, dan sisi timur, yang masing – masing di pisahkan oleh sebuah sungai seluas 150 m, dan tidak adanya jembatan sebagai penghubung antara kedua sisi, sehingga masyarakat hanya menggunakan alat transportasi penyebrangan sederhana seperti pincara dan ketinting.
b.      Tidak adanya jaringan internet yang memasuki wilayah tersebut, sehingga masyarakatnya kurang menerima tekhnologi pertanian yang lebih baru.
c.       Jalan poros desa yang masih berupa jalan bebatuan dan tanah yang kurang memadai, sehingga jalan menjadi licin di kala hujan datang, hal tersebut yang membuat petani kurang giat dalam bertani.
d.      Pola hidup dan system pertanian masyarakat yang masih primitive, di akibatkan kurangnya pengetahuan tentang tehnologi pertanian, informatika dan teknologi.
e.       Sikap malas masyarakatnya Yang selalu bergantung kepada pemerintahan.
3.      Ancaman
a.       Banjir yang sewaktu – waktu dapat datang dan membanjiri lahan pertanian.
b.      Munculnya Varietas Atau tanaman baru.
4.      Peluang
a.       Menghadirkan tekhnologi dan tanaman baru yang syarat tumbuhnya dapat  hidup di daerah lahan basah atau rawan banjir, misalnya sagu dan kelapa sawit.
b.      Mengadakan bibit ikan unggul guna menambah pendapatan petani.

BAB III
TUJUAN DAN SASARAN
1.      Tujuan
a.       Meningkatkan pengetahuan Masyarakat di bidang pertanian.
b.      Merubah pola fikir masyarakat pertanian yang primitive menjadi lebih modern.
c.       Merubah sifat  masyarakat yang selalu bergantung kepada pemerintah menjadi  lebih mandiri dan mampu mengembangkan usahanya di bidang pertanian.
d.      Meningkatkan pendapatan petani.
2.      Sasaran
a.       Sasaran dari tujuan poin A
-          Menciptakan suatu program sekolah lapangan bagi petani
b.      Sasaran dari tujuan poin B
-          Peningkatan kinerja penyuluh pertanian.
c.       Sasaran dari tujuan poin C
-          Meningkatkan Kreatifitas petani.
-          Mengajarkan cara membuat Pupuk dengan bahan dasar Organik.
-          Mengajarkan cara berwirausaha yang baik kepada petani.
d.      Sasaran dari tujuan poin D
-          Bekerja sama dengan Pemerintah dalam memasarkan hasil pertanian.
-          Mengajarkan kepada petani cara mengolah hasil pertanian agar memiliki Kualitas dan Nilai yang lebih tinggi.

BAB IV
STRATEGI DAN PROGRAM
1.      Strategi
a.       Perubahan pola pikir masyarakat dari kurang tau menjadi lebih tau dalam melakukan usahatani.
b.      Pengenalan tekhnologi baru dalam melakukan usaha tani atau budidaya tanaman.
c.       Penempatan tempat-tempat pelatihan petani yang srategis, ditempatkan ditengah – tengah masyarakat.
d.      Pengadaan kelompok – kelompok tani yang berkulitas dan bermutu.
e.       Pemenuhan sarana-sarana produksi yang lengkap secara terus menerus.
f.       Penciptaan lapangan kerja yang mengara pada produk-produk pertanian, pengelahan hasil pertanian dari bahan baku menjadi bahan jadi.
g.      Pemberian pinjaman berupa uang untuk melakukan usaha pengelolahan hasil pertanian untuk memperoleh nilai tambah.

2.      Program
a.       Mendirikan Balai pertemuan atau sekolah lapang.
b.      Membuat lahan percobaan dan lahan penelitian
c.       Memberikan pembelajaran kepada ibu – ibu petani tentang pengolahan hasil pertanian yang mempunyai mutu tinggi dan mempunyai nilai di masyarakat serta memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian yang di olahnya.
d.      Membentuk kelompok-kelompok tani yang bersifat pertanian modern
e.       Mengutus beberapa petani untuk mengikuti pelatihan di luar wilayah yang pertaniannya sudah maju, seperti Malino, Enrekang dan untuk pengelolahan produk pertanian seperti di BABTEK yang ada di Kec. Bone-Bone Kab. Luwu Utara
f.       Simpan pinjam atau koperasi unit desa.

BAB V
RENCANA AKSI

1.      Membuat bendungan sebagai penanggulangan bahaya banjir yang selalu melanda di setiap musim penghujan, anggaran 200 jt
2.      Membuat gabungan kelompok tani sebagai wadah untuk membimbing petani dan menjadikan Gapoktan sebagai tempat bertukar fikiran.
3.      Merenovasi balai pertemuan atau balai desa., anggaran 70 juta
4.      Menghadirkan penyuluh – penyuluh yang mampu merubah pola pikir petani dari pertanian primitif menjadi pertanian modern.
5.      Melengkapi sarana – sarana produksi seperti Pupuk, Mesin Traktor, Mesin Pemanen, anggaran 80 juta
6.      Membuat jalan tani disetiap lahan pertanian agar proses produksi pertanian lancar, tidak ada hambatan dalam transportasi. Anggaran 250 juta
7.      Membuka koperasi unit desa untuk pemberian modal kepada petani yang akan melakukan pengelolahan hasil produk pertanian dari bahan baku menjadi barang siap produksi.

No comments:

Post a Comment

Pages

Followers