Nov 21, 2011

PERANAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA

BAB I.
PENDAHULUAN


A.     PERANAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI INDONESIA
Akibat krisis ekonomi sejak pertengahan tahun 1997, jerih payah yang telah dibangun dalam pembangunan nasional selama lebih 30 tahun telah tersapu, sehingga memerosotkan kehidupan ekonomi. Hal ini telah menimbulkan permasalahan ekonomi yang berlarut-larut dan keresahan sosial yang berlanjut, seakan-akan menempatkan Indonesia ke awal  pembangunan. Harapan untuk pulihnya perekonomian nasional di masa mendatang masih terbuka lebar, karena Indonesia masih memiliki berbagai kekuatan fundamen ekonomi seperti sumberdaya alam, manusia, infrastruktur, kelembagaan yang ada, pengalaman mengatasi kesulitan, akan menjadi modal awal untuk membangun kembali perekonomian nasional. Salah satu strategi pembangunan ekonomi yang diyakini dapat diandalkan adalah melalui pembangunan pertanian / agribisnis (Bungaran Saragih, 1999).
Pembangunan Pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pembangunan Nasional, yang dalam pelaksanaannya perlu adanya penyempurnaan atau reorientasi demi terwujudnya kemakmuran yang adil dan beradab. Oleh karena merupakan sektor yang keragaannya sangat mempengaruhi peri kehidupan penduduk Indonesia secara umum dan penduduk pedesaan secara khusus, maka reformasi di sektor pertanian harus dilakukan secara bertahap namun berkelanjutan, sehingga dampaknya tidak terjadi secara mendadak dan dalam skala besar yang justru dapat semakin memperburuk krisis ekonomi saat ini  (Soleh Solahuddin, 1999).
Reorientasi arah pembangunan pertanian tersebut pada dasarnya adalah keinginan untuk dapat menjawab tantangan-tantangan masa depan, yang pada hakekatnya dilandasi pada keinginan untuk menangkap signal-signal positif dari adanya perubahan-perubahan dalam lingkungan strategis baik berupa globalisasi   (informasi, teknologi)  maupun   kondisi-kondisi sumberdaya Nusantara, terutama di sektor pertanian (Dudung Abdul Adjid, 1994).
Perekonomian Indonesia tidak terlepas dari gejolak lingkungan strategis yang terus berkembang secara dinamis.  Awal dari PJPT  II ini ditandai dengan terjadinya arus Globalisasi yang mengakibatkan Pembangunan Nasional semakin terkait dengan perkembangnan dunia internasional antara lain dengan adanya persetujuan GATT (General Agreement on Tarrif and Trade) pada putaran Uruguay di Marakesh, bulan April 1994 yang bertujuan lebih meliberalisasikan perdagangan internasional dan pembentukan kawasan perdagangan bebas seperti PTE (Pasar Tunggal Eropa), NAFTA (North American Free Trade Area) dan AFTA (Asean Free Trade Area)  dengan penerapan  CEPT-nya akan melibatkan ekonomi Indonesia pada perdagangan global yang lebih kompetitif  (Dudung Abdul Adjid, 1994).
Akibat pengaruh globalisasi yang tidak mungkin dihindari ini makin lama produk pertanian khususnya produk hortikultura yang masuk ke Indonesia akan semakin beragam jenisnya dan volumenya akan semakin banyak.  Menghadapi realitas ini mau tidak mau produk Hortikultura harus mampu bersaing dengan produk Hortikultura dari negara  lain. 

B.  KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DALAM ERA REFORMASI
Pada era reformasi ini paradigma pembangunan pertanian harus semakin nyata berorientasi pada manusia, dimana petani diletakkan sebagai subyek, bukan semata-mata sebagai peserta dalam mencapai tujuan nasional. Karena itu pengembangan kapasitas masyarakat guna mempercepat upaya memberdayakan ekonomi petani, merupakan inti dari upaya pembangunan pertanian/pedesaan. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat pertanian menjadi mandiri dan mampu memperbaiki kehidupannya sendiri. Peran Pemerintah adalah sebagai stimulator dan fasilitator, sehingga kegiatan sosial ekonomi masyarakat petani dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Berdasarkan pada paradigma tersebut maka visi pertanian memasuki abad 21 adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Selanjutnya dikemukakan oleh Soleh Solahudin (1999), bahwa untuk mewujudkan visi pertanian tersebut, misi pembangunan pertanian adalah memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan. Hal ini akan dapat dicapai melalui pembangunan pertanian dengan strategi
a)      Optimasi pemanfaatan sumber daya domestik (lahan, air, plasma nutfah, tenaga kerja, modal dan teknologi)
b)      Perluasan spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknologi, sumber daya, produksi dan konsumsi
c)      Penerapan rekayasa teknologi pertanian spesifik lokasi secara dinamis, dan
d)      Peningkatan efisiensi sistem agribisnis untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kandungan IPTEK dan berdaya saing tinggi, sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat secara berimbang.
Salah satu langkah operasional strategis yang dilakukan dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas adalah Gerakan Mandiri (Gema) yang merupakan konsep langkah-langkah operasional pembangunan pertanian, dengan sasaran untuk meningkatkan keberdayaan dan kemandirian petani dalam melaksanakan usaha taninya. Mulai TA 1998/1999 telah diluncurkan berbagai Gema Mandiri termasuk Gema Hortina  untuk peningkatan produksi hortikultura.
Gerakan Mandiri Hortikultura Tropika Nusantara menuju ketahanan hortikultura (Gema Hortina), dilaksanakan untuk mendorong laju peningkatan produksi hortikultura. Melalui gerakan ini komoditas hortikultura yang dikembangkan adalah sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan tanaman obat unggulan.
Komoditas yang diutamakan adalah yang bernilai ekonomi tinggi, mempunyai peluang pasar besar dan mempunyai potensi produksi tinggi serta mempunyai peluang pengembangan teknologi. Adapun upaya yang dilaksanakan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya hortikultura unggulan tersebut meliputi penumbuhan sentra agribisnis hortikultura dan pemantapan sentra hortikultura yang sudah ada (Soleh Solahuddin, 1999).
Komoditas unggulan yang mendapat prioritas adalah :
·        Sayuran : kentang, cabe merah, kubis, bawang merah, tomat dan jamur
·        Buah-buahan : pisang, mangga, jeruk, nenas dan manggis
·        Tanaman hias : anggrek
·        Tanaman obat : jahe dan kunyit.  

No comments:

Post a Comment

Pages

Follow by Email

Followers