May 28, 2012

Makalah Budidaya Pisang

Mungkin terbayang di benak teman-teman blogger semua, kok ada yach yang mau posting tentang pisang. kayaknya jadul banget gitu!!!.. tapi ga' apa-apa, bagi orang lain, pisang itu cuman buah-buahan yang sangat gampang di dapat di pasar dengan harga yang terjangkau, akan tetapi bagi teman-teman yang kuliah di jurusan pertanian seperti saya, pisang merupakan tanaman yang sulit di temukan infonya di internet.. makanya aku coba posting budidaya pisang agar teman-teman dari fakultas pertanian ga' pusing nyari tugas tentang pisangnya...
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan Gedhang.
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.
Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.
Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
2.    RUMUSAN MASALAH
1.    Apakah pisang itu?
2.    Dimanakah pertama kali di temukan pisang?
3.    Bagaimanakah cara yang baik untuk pemupukan pisang?

BAB II
PEMBAHASAN

A.   BIOLOGI TANAMAN PISANG
1.    SEJARAH SINGKAT
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan Gedhang.
2.    JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Keluarga : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.
Jenis pisang dibagi menjadi tiga:
A.   Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. paradisiaca var Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Misalnya pisang Ambon, Susu, Raja, Cavendish, Barangan dan Mas.
B.   Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka, tanduk dan kepok.
C.   Pisang berbiji yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Misalnya pisang batu dan klutuk.
D.   Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).
3.    MANFAAT TANAMAN
Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin, mineral dan juga karbohidrat. Pisang dijadikan buah meja, sale pisang, pure pisang dan tepung pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian, kertas dsb. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba, kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.
4.    SENTRA PENANAMAN
Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.
B.   TEKNOLOGI PEMUPUKAN TANAMAN PISANG
Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun).
Waktu pemupukan pisang terbagi menjadi 2 fase, yaitu :
1.    TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM).
Pupuk yang digunakan pada tanaman belum menghasilkan adalah ABG-Bios, ABG-Tablet, ABG-D, ABG-B dan pupuk kandang. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan tanaman gunakan ABG-BIO. Dosis pemupukan ABG adalah sebagai berikut:
a.    Berikan (4–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (100–500) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang hingga sedalam (5–10) cm, dengan jarak (20–30) cm dari tanaman, pada (3–4) titik/tempat. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman, yaitu meningkat (3-4) tablet/tahun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang sekitar (2–5) kg/tanaman, sekali dalam setahun.
b.    Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) kombinasikan dengan penyemprotan atau penyiraman ABG-D, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, pada tanaman secara merata, dengan interval 30 hari sekali.
c.    Untuk mencegah penyakit akar dan meningkatkan kesehatan tanaman pisang, berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios + 5 tutup ABG-D, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata, dan biarkan selama (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman, pada perakaran tanaman.
2.    TANAMAN MENGHASILKAN (TM).
a.    Berikan (6–10) tablet ABG-Tablet per tanaman + (500–1.000) gram ABG-Bios per tanaman. Aplikasi 2 kali dalam setahun. Pupuk ditempatkan dalam lubang sedalam (5–10) cm, dengan jarak (50–200) cm dari tanaman, pada (6–8) titik/tempat di sekeliling tanaman. (3–4) titik di bawah tajuk terluar, dan (3–4) titik antara tajuk terluar dengan batang. Dosis disesuaikan dengan umur tanaman dan jumlah tanaman per rumpun. Jika tersedia, dianjurkan untuk memberikan pupuk kandang (5–10) kg/rumpun, sekali dalam setahun.
b.    Untuk memacu pertumbuhan vegetatif (daun, tunas) dan pembuahan, kombinasikan dengan penyemprotan ABG-D dan ABG-B. Setelah pemetikan buah (panen), gunakan ABG-D, dengan konsentrasi (2-4) cc/liter air, dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata, dengan interval 30 hari sekali. Untuk merangsang pembungaan, semprotkan ABG-B, dengan konsentrasi (2–4) cc/liter air, secara merata pada tanaman, dengan interval (20–30) hari. Aplikasi dapat juga dilakukan melalui tanah, yaitu dengan menyiramkan larutan tersebut pada perakaran tanaman. Caranya: Larutkan (20–50) cc ABG-D atau ABG-B, dalam  (1–5) liter air, kemudian siramkan pada perakaran. Buat (4–6) lubang hingga kedalaman 5 cm, kemudian siramkan larutan ke dalam lubang tersebut. Penggunaan paling optimal adalah kombinasinya, yaitu disemprotkan dan disiramkan.
c.    Untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan tanaman pisang berikan ABG-BIO setiap (1–2) bulan. Caranya: Larutkan (1–2) bungkus ABG-BIO + 1 kg dedak + 5 kg ABG-Bios, dalam (50-100) liter air, aduk secara merata dan biarkan sekitar (2-4) jam. Kemudian siramkan sebanyak (2–5) liter/tanaman pada perakaran tanaman.

BAB III
PENUTUP
1.    RANGKUMAN
Pisang merupakan tanaman tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah. Di Jawa Barat, pisang disebut dengan Cau, di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan Gedhang.
Pisang juga diperkaya gizi, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pisang biasa juga di gunakan sebagai buah meja dan makanan lainnya,dan kulit pisang juga dapat di gunakan sebagai bahan makanan.
Waktu pemupukan pisang di lakukan dalam 2 fase, yaitu pada fase sebelum buah menghasilkan dan fase pada saat tanaman mulai menghasilkan buah.
Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Negeri Belanda, Amerika Serikat dan Perancis. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

No comments:

Post a Comment

Pages

Followers